Senin, 20 September 2010

Fenomena Hipnosis di Kehidupan Sehari-Hari Yang Tak Kita Sadari


Informasi terbaru Fenomena Hipnosis di Kehidupan Sehari-Hari Yang Tak Kita Sadari Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita telah mengalami hipnosis. Tepatnya kita telah tanpa sadar terhipnosis oleh sesuatu peristiwa atau situasi yang kita hadapi.

Kejahatan dengan cara menghipnotis korbannya makin merajalela, apalagi pada saat meningkatnya arus mudik seperti minggu ini. Harta yang menjadi sasaran terutama uang tunai di tangan korban, telepon seluler, perhiasan, bahkan sepeda motor. Selalu bersikap waspada dan meningkatkan konsentrasi bisa menjadi cara ampuh menghadang hipnotis.

Sebenarnya hipnoterapi merupakan bagian dari ilmu psikologi. Di sejumlah negara, praktik hipnoterapi ini sudah diakui oleh profesi kedokteran. Pada intinya metode ini sangat bermanfaat untuk membantu mencari akar masalah hingga jauh ke bawah sadar untuk kemudian memperbaikinya.

Hipnotis pada dasarnya adalah memasukkan beberapa sugesti ke dalam pikiran orang sehingga pikiran yang lama terbuang. Sugesti itu dimasukkan dengan perkataan yang monoton, menghitung mundur atau menggerakkan bandul di depan subyek. Dalam masyarakat kita ada beberapa orang yang tergolong sebagai orang yang gampang tersugesti. Orang seperti inilah yang gampang terhipnotis.

Menurut psikolog Irna Minauli, MPsi, seseorang yang dalam kondisi lengah, banyak pikiran, dan tidak fokus terhadap sesuatu yang sedang dikerjakan, sangat mudah untuk menjadi korban pelaku hipnotis. Terlebih, jika seseorang itu memiliki sikap yang penurut, tidak kritis, dan mudah dipengaruhi akan memudahkan pelaku untuk menggiring pikiran korban kejahatan itu agar menuruti segala yang perintah.

"Pastinya saat daya konsentrasi sudah menurun sampai 75 persen maka besar peluang untuk dihipnotis," kata Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area itu. Untuk mencegahnya, ia menyarankan agar kita selalu waspada terhadap orang asing serta menghindari pikiran yang kosong. Kegiatan zikir, membaca buku, atau kegiatan lain yang sifatnya mengisi pikiran bisa dilakukan untuk mencegah hipnotis.

Selain itu, masyarakat perlu waspada bila seseorang yang tidak dikenal menyapa dengan ramah dan lemah lembut. Terlebih bila sapaan-sapaan yang dilontarkan dilanjutkan dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban "ya". "Kalau pelaku bertanya dan kita selalu menjawab ’ya’ sebanyak tiga kali maka mudah untuk memberi perintah selanjutnya," katanya seperti diberitakan oleh Antara

Sebetulnya dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar kita telah mengalami hipnosis. Tepatnya kita telah tanpa sadar terhipnosis oleh sesuatu peristiwa atau situasi yang kita hadapi.

"Padahal yang paling berbahaya itu adalah hipnosis yang tidak disadari sebagai hipnosis," ujar Ariesandi Setyono, pendiri Akademi Hipnosis Indonesia. Contoh fenomena orang yang mengalami hipnosis tanpa disadari, menurut Ariesandi, adalah sebagai berikut:

  • Menonton acara di televisi hingga terlarut, lalu tanpa sadar telah ikut menangis, ikut marah, ikut membenci, ikut jengkel, atau ikut tertawa.
  • Mendapatkan luka gores yang tidak disadari, dan baru terasa ketika sedang bersantai.
  • Ketika mencari sesuatu barang tidak bisa melihat atau menemukannya, padahal barang tersebut jelas-jelas ada dalam pandangan matanya (negative visual halusination).
  • Timbul air liur saat membayangkan atau mendengar orang bercerita mengenai asamnya jeruk nipis.
  • Selalu berbuat kesalahan ketika bertemu dengan persoalan tertentu.
  • Selalu timbul rasa marah, jengkel, dan benci saat mengingat seseorang.
  • Mimpi yang dirasakan seolah benar-benar terjadi.
  • Timbul perasaan sedih atau sangat sentimentil ketika mendengarkan lagu-lagu tertentu.
  • Dan lain-lain dan sebagainya.

Lantas apa bahayanya dengan hipnosis yang tidak disadari sebagai hipnosis itu? Menurut guru hipnoterapi yang banyak menulis buku-buku laris tentang meraih sukses ini, contohnya adalah bahwa orang-orang yang suka menonton sinetron akan mengalami nasib yang sama dengan lakon-lakon yang ditontonnya.

Mengapa demikian? Karena mereka menyerap nilai nilai yang sama dengan yang ditampilkan dalam sinetron itu. (fn/k2m)

sumber: www.suaramedia.com Tinggalkan komentar anda tentang Fenomena Hipnosis di Kehidupan Sehari-Hari Yang Tak Kita Sadari

Sabtu, 18 September 2010

Tips Agar Anak Berani Berpendapat


Informasi terbaru Tips Agar Anak Berani Berpendapat 1. Memberikan perhatian serius dan kontak mata ketika anak menyampaikan pendapat atau perasaannya.

2. Mendengarkan dengan sabar tentang apa yang coba diutarakannya. Kemampuan anak dalam memilih kosa kata lebih lambat daripada orang dewasa.

3. Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan. Jangan menyela sebelum ia selesai berbicara. Sulit memang untuk menyimak dan menangkap isi pembicaraannya, tapi hargai hak mereka untuk berbicara dan memberi pendapat.

4. Menunjukkan ketertarikan ketika anak berbicara. Mintalah anak untuk berpendapat tentang hal yang dilakukannya. Bila Anda menunjukkan ketertarikan akan ide dan perasaannya, tentu ia akan merasa nyaman memberikan pendapatnya pada Anda.

5. Memperhatikan hal menarik yang diungkapkan anak. Dalam obrolannya, ada suatu hal yang membuat Anda tertarik. Gali dengan pertanyaan baru tentang hal menarik itu, maka anak akan merasa dihargai akan merangsang kepercayaan dirinya dalam berpendapat.

6. Merefleksikan perasaan kita pada anak. Kunci sukses mengobrol dengan anak adalah menempatkan diri kita pada ’sepatu’ lawan bicara. Gunakan gaya empati saat berbicara dengan anak. Caranya bisa dengan membantu anak mengenali perasaannya sendiri. Misalnya, ”Mama ngerti kenapa kamu sebal sama gurumu itu”.

7. Mempertegas hal-hal yang disampaikan anak dengan bahasa kita. Kosa kata kita yang beragam akan membantunya mengenali konsep dan ide.

Endah Silawati, S.Pd
http://parentingislami.wordpress.com Tinggalkan komentar anda tentang Tips Agar Anak Berani Berpendapat

Kamis, 16 September 2010

Zekr: Software Al-Quran yang Praktis dan Serba-Bisa


Informasi terbaru Zekr: Software Al-Quran yang Praktis dan Serba-Bisa

Ingin membawa sebuah software al-Quran "serba-bisa" dalam sebuah flashdisk yang bisa dijalankan di komputer mana saja? InsyaAllah keinginan mulia ini sudah bisa terwujud.

Zekr adalah sebuah software al-Quran yang dirancang dalam sebagai aplikasi lintas-platform, baik untuk berjalan di Windows (2k, XP, Vista), Linux (distribusi yang paling penting), maupun Macintsoh. Dikatakan "serba-bisa" karena Zekr memuat keseluruhan al-Quran (30 juz, 114 surat) lengkap dengan terjemahan (dalam berbagai bahasa) dan bacaan audio-nya yang bisa didengarkan lewat speaker komputer anda. Disamping itu terdapat pula fitur pencarian (search) per kata, baik ayat maupun terjemahannya.

Dengan tersedianya versi portable yang tidak membutuhkan instalasi sehingga bisa dijalankan langsung dari media penyimpanan portable (seperti flashdiks) menjadikan Zekr begitu praktis untuk dibawa kemana-mana. Tersedia dua versi portabel dari Zekr, satu dengan Java (JRE) dan satu tanpa Java. Dengan Portable Zekr + Java, anda tidak perlu kuatir bila komputer yang anda pakai nantinya belum diinstall Java.

Untuk mendownload software Zekr dari berbagai versinya, klik di sini:
http://zekr.org/download.html

Untuk menambah terjemahan dari berbagai bahasa serta menambah bacaan al-Quran dari berbagai qori' dan imam terkenal, download di sini:
http://zekr.org/resources.html

Petunjuk lengkap cara menambah terjemahan, lihat di sini:
http://zekr.org/wiki/How_to_add_translation

Petunjuk lengkap cara menambah bacaan qori', lihat di sini:
http://zekr.org/wiki/How_to_add_recitation Tinggalkan komentar anda tentang Zekr: Software Al-Quran yang Praktis dan Serba-Bisa

Rabu, 15 September 2010

Bagaimana Setelah Ramadhan?


Informasi terbaru Bagaimana Setelah Ramadhan? Penyusun : Muhammad Iqbal Ahmad Gazali

Bulan Ramadhan sesungguhnya menjadi saksi atas segala amalan yang kita kerjakan selama ini, apakah itu berupa keburukan dan maksiat, ataukah ibadah dan amal shaleh. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita melakukan intropeksi mulai saat ini, melakukan muhasabah terhadap segala hal yang sudah kita lakukan di bulan Ramadhan yang telah berlalu. Agar Ramadhan tahun ini tidak berlalu begitu saja seperti Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.

Ada beberapa amalan yang mesti terus kita lakukan selepas bulan Ramadhan, baik yang wajib maupun yang sunnah, dan itulah yang akan kita bahas dalam kesempatan ini:

Selalu menjaga shalat fardhu berjamaah

Selama bulan Ramadhan, kita sudah membiasakan diri untuk selalu terikat dengan masjid. Setiap kali suara azan dikumandangkan, kita ayunkan langkah kaki untuk mengerjakan kewajiban shalat bersama-sama dengan kaum muslimin secara berjamaah. Ketika Ramadhan telah berakhir, hendaknya muncul semangat baru yang berawal dari kebersihan hati dan jiwa. Energi besar ini harus terus menerus kita jaga, hingga tibanya Ramadhan berikutnya. Jika semangat itu tetap terjaga, kita akan semakin mudah melaksanakan shalat berjamaah, terlebih lagi pahala shalat berjamaah ini sangat besar, sebagaimana yang disabdakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

??????? ???????????? ???????? ??????? ???????? ???????? ???????????? ????????. ????? ????????? : ???????? ???????????? ????????
"Shalat berjamaah lebih baik dari shalat sendirian dua puluh derajat." Dan dalam satu riwayat: "Dua puluh lima derajat."Muttafaqun 'alaih.[3]

Dan dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

???? ????????? ??? ???????? ????? ????? ????? ?????? ???? ???????? ????? ?????????? ?????????? ???? ????????? ?????, ??????? ??????????? ???????????? ??????? ?????????? ???????????? ???????? ????????.
"Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid), untuk menunaikan salah satu kewajiban Allah, niscaya salah satu langkahnya menggugurkan dosa dan yang lain meninggikan derajat."[4]

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga meriwayatkan dalam hadits yang lain, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

???? ????? ????? ??????????? ???? ????? ??????? ????? ???? ??? ?????????? ??????? ???????? ????? ???? ?????.
"Barangsiapa yang pergi ke masjid, di pagi hari atau di sore hari, niscaya Allah menyiapkan sorga sebagai tempat tinggalnya, setiap ia berangkat di pagi hari atau di sore hari." Muttafaqun 'alaih.[5]

Melaksanakan shalat sunnah rawatib dan shalat-shalat sunnah lainnya

Kita telah mendapatkan tarbiyah yang sangat berharga dari madrasah Ramadhan. Salah satunya adalah memperbanyak ibadah shalat-shalat sunnah seperti tarawih, witir, dan tahajjud. Dan setelah Ramadhan berakhir, hendaklah semangat yang telah kita peroleh dari madrasah Ramadhan itu jangan ikut pergi bersama berlalunya bulan Ramadhan.

Adapun di antara keutamaan shalat sunnah tersebut adalah:

a. Sunnah rawatib: yaitu shalat yang dilaksanakan sebelum atau sesudah shalat fardhu: Dari Ummu Habibah radhiyallahu 'anha, beliau berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

??? ???? ?????? ???????? ????? ????? ?????? ???????? ???????? ???????? ?????????? ?????? ?????????? ?????? ????? ????? ???? ??????? ??? ??????????, ???? ?????? ?????? ???? ?????? ??? ??????????
'Tidak ada seorang hamba yang melaksanakan shalat karena Allah I setiap hari sebanyak dua belas rekaat selain yang fardhu, kecuali Allah I membangun untuknya satu rumah di surga, atau melainkan dibangun untuknya satu rumah di surga." HR. Muslim.[6]

Sunnah-sunnah tersebut adalah 4 rakaat sebelum zuhur dan 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat setelah magrib, 2 rakaat setelah isya, dan 2 rakaat sebelum subuh, semuanya berjumlah 12 rakaat. Sunnah rawatib yang paling utama adalah dua rakaat sebelum shalat Subuh, dan sunnah rawatib ini boleh dilaksanakan di masjid dan boleh pula di rumah, dan yang lebih utama adalah di rumah, berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

... ?????????? ???????? ???????? ??? ???????????? ??????? ???????? ?????????? ??????? ????????? ??? ???????? ?????? ???????????????
"Laksanakanlah shalat di rumahmu, wahai manusia, maka sesungguhnya shalat yang paling utama adalah shalat seseorang di rumahnya kecuali shalat fardhu." Muttafaqun 'alaih.[7]

b. Shalat Tahajjud: yaitu ibadah shalat yang dilaksanakan di malam hari dan Allah subhanahu wata'ala memerintahkan kepada Rasul-Nya agar selalu melaksanakannya:

??????????? ????????????? 0 ???? ???????? ?????? ???????? 0 ????????? ???? ?????? ?????? ???????? 0 ???????? ???????? ????????? ???????????? ??????????
Hai orang yang berselimut (Muhammad), * bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), * (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, * atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan. (QS. Al-Muzammil :1-4)

?????? ????????? ??????????? ???? ????????? ????? ????? ??? ?????????? ??????? ???????? ???????????
Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al-Israa`:79)

Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang shalat yang paling utama setelah shalat fardhu, beliau menjawab:

???????? ?????????? ?????? ?????????? ??????????????? ?????????? ??? ?????? ?????????.
"Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat di tengah malam." HR. Muslim.[8]

c. Shalat Witir: yaitu shalat yang dilaksanakan setelah shalat Isya hingga terbit fajar yang kedua. Sekurang-kurangnya satu rekaat dan sebanyak-banyaknya sebelas atau tiga belas rekaat.

?? ??? ????? ??? ???? ??? ???: ?????????? ????????? ?????????, ??? ??????????? ????? ????????: ?????? ????????? ???????? ???? ????? ?????? ????????? ???????? ???????? ????? ??????.
Dari Abu Hurairah ia berkata, 'Kekasihku (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam) berpesan kepadaku dengan tiga perkara, aku tidak akan meninggalkannya hingga mati: puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dan tidur setelah shalat witir." Muttafaqun 'alaih.[9]

Ini adalah sebagian dari keutamaan shalat sunnah rawatib dan shalat sunnah yang lainnya. Di samping itu masih banyak shalat-shalat sunnah lainnya yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, seperti shalat Dhuha, shalat Istikharah, shalat gerhana dan yang lainnya. Wallahu A'lam.

Membaca al-Qur`an

Salah satu tarbiyah selama madrasah Ramadhan yang telah kita jalani adalah membaca al-Qur`an. Kita harus mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah, karena selama bulan Ramadhan, sebagian besar dari kita telah berhasil mengkhatamkan al-Qur`an minimal satu kali, atau paling tidak kita telah mampu membaca sekian juz dan surah selama bulan al-Qur`an yang mulia ini. Hal itu merupakan hidayah dan taufik yang tidak terhingga yang telah dianugerahkan Allah 'azza wajalla kepada kita.

Setelah berlalunya bulan yang mulia ini, muncul satu pertanyaan singkat, bagaimana setelah Ramadhan? Akankah energi membaca al-Qur`an yang sudah kita dapatkan selama bulan Ramadhan akan kita biarkan lepas dari kita setelah berlalunya bulan Ramadhan? Tentu kita tidak menghendaki hal seperti itu. Sedangkan satu hari masih tetap seperti biasa, yaitu 24 jam.
Saudara seiman, kalau dalam sehari kita mampu membaca majalah, surat kabar, atau bahan bacaan lainnya sekian halaman banyaknya, kenapa kita tidak berusaha untuk melakukan hal yang sama terhadap al-Qur`an? Padahal al-Qur`an adalah sumber pedoman hidup kita yang pertama, di samping hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai sumber yang kedua.

Cobalah kita membacanya paling tidak sekadar satu atau dua ayat sebelum atau sesudah shalat fardhu, tentu lebih baik lagi kalau kita bisa melakukan lebih dari itu. Setelah itu, cobalah kita membaca terjemahannya dan melakukan tadabbur (perenungan, penghayatan) terhadap ayat yang telah kita baca. Kalau itu bisa kita lakukan, kita akan bisa merasakan betapa indahnya agama Islam yang kita anut ini. Kalau kita membaca atau mendengar cerita orang-orang mendapat hidayah untuk memeluk Islam, sebagian besar dari mereka mendapatkan cahaya iman dari al-Qur`an yang penuh dengan nur Ilahi.

Sebagian kaum muslimin, pada saat ini, telah jauh dari al-Qur`an yang merupakan petunjuk paling utama dalam mengarungi kehidupan. Sementara para musuh Islam berusaha keras untuk menjauhkan kaum muslimin secara personal maupun kelompok dari al-Qur`an. Dalam buku 'Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern' yang ditulis oleh Nabil bin Abdurrahman al-Mahisy/13, disebutkan bahwa Jal Daston selaku perdana menteri Inggris mengemukakan bahwa selama al-Qur`an masih berada di tangan kaum muslimin, Eropa tidak akan bisa menguasai negara-negara Timur.

Merupakan satu keharusan bagi setiap muslim untuk selalu berinteraksi aktif dengan al-Qur`an, dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi, berpikir, dan bertindak. Membaca al-Qur`an merupakan langkah pertama dalam berinteraksi dengannya, dan untuk menggairahkan serta menghidupkan kembali gairah dan energi kita dalam membaca al-Qur`an, berikut ini adalah sebagian di antara keutamaan al-Qur`an dan membacanya:

????? ????? ???????????? ??????? ???????? ???? ???????? ??????????? ?????????????? ????????? ??????????? ????????????? ????? ?????? ??????? ????????
Sesungguhnya al-Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (QS. Al-Israa`:9)

Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Utsman bin 'Affan t, Nabi r bersabda:

?????????? ???? ????????? ?????????? ???????????
"Sebaik-baik kamu adalah yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya."[10]

Dan dalam hadits lain, dari Abu Umamah al-Bahili, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

??????????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ???????????? ????????? ?????????????...
"Bacalah al-Qur`an, maka sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada ahlinya." HR. Muslim.[11]

Semoga Allah subhanahu wata'ala memberi hidayah dan taufik kepada kita semua, serta memudahkan langkah kita untuk kembali kepada Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya.

Melaksanakan puasa-puasa sunnah

Kita telah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan yang baru saja berlalu. Dan setelah bulan penuh berkah itu meninggalkan kita seiring perjalan waktu, hendaklah kita tidak meninggalkan ibadah puasa sunnah yang dianjurkan kepada kita di luar bulan Ramadhan. Di antara puasa-puasa sunnah dan keutamaannya adalah sebagai berikut:

a. Puasa enam hari bulan Syawal: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

???? ????? ????????? ????? ?????????? ?????? ???? ???????? ????? ????????? ?????????.
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian meneruskannya berpuasa enam hari bulan Syawal, nilainya sama seperti berpuasa setahun penuh."HR. Muslim.[12]

b. Puasa hari Arafah, yaitu hari ke sembilan di bulan Dzulhijjah: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa hari 'Arafah, beliau bersabda:

????????? ????????? ???????????? ??????????????
"Ia menebus (dosa-dosa) tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya."[13]

c. Puasa hari 'Asyura, yaitu berpuasa pada tanggal sepuluh bulan Muharram. Dan dianjurkan pula berpuasa di hari ke sembilannya, agar berbeda dengan kaum Yahudi: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa hari 'Asyura`, beliau menjawab:

????????? ????????? ????????????
"Ia menebus (dosa-dosa) satu tahun sebelumnya."[14]

d. Puasa hari Senin dan Kamis, dan puasa hari senin lebih kuat dari segi dalil: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa di hari Senin, beliau menjawab:

????? ?????? ???????? ?????? ?????????? ?????? ???? ???????? ??????? ??????
"Itulah hari kelahiranku, dan aku dibangkitkan atau diturunkan (al-Qur`an) kepadaku."[15]

e. Puasa tiga hari setiap bulan pada tanggal 13, 14, 15 yang disebut puasa hari-hari putih, karena selama tiga hari itulah bulan purnama bersinar terang: dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

????????? ???????? ????? ???? ???????? ???? ????????? ????????? ????????: ??????? ???????? ?????????? ???????? ???????? ????????.
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami berpuasa tiga hari setiap bulan: hari ke 13, 14, dan 15."[16]

Taubat dan Istighfar kepada Allah

Bulan Ramadhan yang mulia adalah bulan ampunan dan kebebasan dari api neraka. Di bulan yang penuh berkah itu, kita tentu telah memohon ampunan kepada Allah subhanahu wata'ala atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan semasa hidup kita. Namun setelah Ramadhan berakhir, bukan berarti kita berhenti meminta ampun dan bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala. Justru kita selalu dianjurkan agar senantiasa memohon ampunan dan terus bertaubat kepada Allah subhanahu wata'ala. Banyak sekali perintah agar kita selalu bertaubat dan istighfar, baik yang terdapat di dalam al-q`an atau pun dalam sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan di antaranya adalah: firman Allah subhanahu wata'ala:

????????? ????? ????? ???????? ??????? ?????????????? ??????????? ???????????
Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An-Nuur:31)

??????????? ????????? ????????? ??????? ????? ????? ???????? ?????????
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, …". (QS. At-Tahrim:8)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

??? ???????? ???????? ????????? ????? ????? ????????????????? ???????? ???????? ??? ????????? ??????? ???????.
'Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah subhanahu wata'ala dan mintalah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak seratus kali.'HR. Muslim.

Ayat dan hadits di atas dengan jelas memerintahkan kepada kita agar selalu bertaubat dan istighfar kepada Allah atas segala kesalahan yang pernah kita lakukan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di samping menyuruh kita, beliau juga selalu bertaubat dan meminta ampun kepada Allah sampai seratus kali setiap hari. Lalu bagaimana dengan kita sudah sangat banyak melakukan kesalahan dan dosa sepanjang hidup kita.

Saudara seiman, ada beberapa faedah yang bisa kita peroleh dengan selalu bertaubat dan istigfar, selain sebagai suatu kewajiban, di antaranya yang terpenting adalah yang difirmankan Allah subhanahu wata'ala:

?????????? ????? ??????????????? ??????? ??????? ?????????? ????? ????????????? ?????? ???????????????
Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun". (QS. Al-Anfaal :33)

Abu Musa al-Asy'ari t ketika memberikan komentar terhadap ayat di atas, beliau mengatakan, 'Kami bisa merasa tenang pada masa hidup Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, karena kami yakin dengan pasti bahwa Allah 'azza wajalla tidak akan pernah menurunkan azab-Nya kepada kami selama beliau shallallahu alaihi wasallam masih berada di tengah-tengah kami. Namun, setelah beliau telah tiada, tidak ada lagi yang bisa menahan turunnya azab Allah kecuali kalau kita senantiasa meminta ampun kepada-Nya.' Wallahu A'lam.

Demikianlah beberapa perkara yang perlu diketahui dan diamalkan setelah berlalunya bulan Ramadhan, semoga Allah subhanahu wata'ala memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita agar bisa memahami dan mengamalkannya. Amin.

sumber: islamhouse.com Tinggalkan komentar anda tentang Bagaimana Setelah Ramadhan?

Jumat, 03 September 2010

Kiat Mengenalkan I’tikaf Pada Anak


Informasi terbaru Kiat Mengenalkan I’tikaf Pada Anak Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. Begitu juga apabila ingin memperkenalkan iktikaf pada anakâ€"salah satu ibadah yang berupa berdiam diri di Masjid dalam beberapa waktu. Orang tua harus tahu bagaimana cara mengemasnya, agar tidak terasa memberatkan.

Menurut Nurul Annisa, Psikolog Anak dan Remaja dari Layanan kesehatan KANCIL, mengajarkan anak tentang iktikaf harus disesuaikan dengan umur anak. Ia mengungkapkan, usia 11 tahun sudah bisa diajak beriktikaf.

Anak bisa mulai diajak ke Masjid dan diajarkan sedikit demi sedikit tentang iktikaf. “Misalnya malam pertama sampai jam 20.00, malam kedua sampai jam 21.00, begitu seterusnya,” ungkapnya.

Pertama, Nurul menyarankan, agar orang tua menciptakan sesuatu yang menyenangkan. “Sebaiknya hindari menakut-nakuti anak supaya mau beribadah,” tutur Nurul. Ia menganjurkan orangtua menciptakan kenyaman dengan cara menjelaskan tujuan dan manfaat iktikaf dan menumbuhkan keinginantahuan anak pada iktikaf.

Kedua, lakukan pendekatan. Orang tua harus melakukan pendekatan yang sangat baik dengan anak. Misalnya, dari awal anak sudah diperkenalkan tentang apa saja yang diperintah dan dianjurkan agama selama bulan Ramadhan, termasuk iktikaf. Ajak anak untuk diskusi tentang hikmah dibalik iktikaf. “Supaya anak siap secara mental,” ungkap Nurul.

Ketiga, Memberikan contoh pada anak. Sebagai orang tua apa pun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan akan dijadikan contoh, baik yang baik maupun yang buruk sekali pun. Untuk mengajarkan anak pada iktikaf, orang tua harus terlebih dahulu melakukannya. Dengan begitu, ungkap Nurul, anak akan mudah menerima pelajaran dan pengenalan pada hal-hal baru.

Keempat, hindari pemaksaan. Orang tua tidak boleh melakukan pemaksaan pada anak. Bila apabila anak merasa dipaksa, cepat atau lambat anak akan melakukan penolakan.

Orang tua harus melakukannya sesuai dengan kondisi anak. “Kalau ingin melakukan penekanan, orang tua hanya boleh mengatakan kamu bisa belajar, bukan kamu harus belajar,” tutur Nurul.

Tujuannya agar dalam menjalankan ibadah anak merasa tidak ada ketepaksaan dari dalam dirinya dalam mengikuti iktikaf. “Orang tua harus memberikan proses pengenalan pada anak supaya anak bisa menjalani dengan mudah dan dapat menumbuhkan kesadarannya,” katanya.

sumber: abihafiz.wordpress.com Tinggalkan komentar anda tentang Kiat Mengenalkan I’tikaf Pada Anak

Senin, 23 Agustus 2010

Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan


Informasi terbaru Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan

Ramadhan merupakan bulan yang istimewa dan penuh berkah untuk kaum muslimin. Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan. Berikut ini beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan yang mulia ini:
  1. Rasulullah menerima wahyu pertama. Ketika Rasululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju gua Hira yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Mekkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qamariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril mewahyukan Surah Al-‘Alaq yang merupakan surah pertama yang diturunkan kepada Rasulullah.
  2. Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan. Allah SWT berfirman, “Bulan Ramadhan yang diturunkan di dalamnya Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan atas petunjuk itu, serta pemisah antara haq dan batil”. (QS. Al Baqarah [2]: 185). Ibnu Katsir mengatakan bahwa Allah SWT menyanjung bulan Ramadhan atas bulan-bulan yang lain, yaitu dengan memilihnya sebagai bulan dimana Al-Qur’an diturunkan di dalamnya.
  3. Kitab-kitab suci diturunkan pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda,”Shuhuf Ibrahim turun pada awal malam pertama bulan Ramadhan, dan Taurat turun pada hari keenam bulan Ramadhan dan Injil pada hari ketiga belas dari Ramadhan.” (HR. Ahmad)
  4. Perang Badar. Perang ini merupakan pertempuran pertama yang dilakukan kaum muslimin setelah mereka berhijrah ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak muslimin yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah. Perang ini terjadi pada hari Jumat, 27 Ramadhan, tahun kedua setelah hijrah. Allah SWT berfirman: “Dan benar-benar Allah telah menolong kalian di Badar sedangkan kalian dalam keadaan terhina, maka takutlah kalian kepada Allah, semoga kalian bersyukur”. (QS. Ali ’Imran [3]: 123). Ibnu Abbas mengatakan bahwa saat itu hari Jumat, 27 Ramadhan, dan saat itu juga terbunuh Fir’aun dan Abu Jahal yang merupakan musuh terbesar kaum muslimin.
  5. Fathu Makkah/ Mekah dikuasai pada bulan Ramadhan. Fathu Makkah merupakan peristiwa besar. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata”. (QS. Al Fath [48]: 1). Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud kemenangan di sini adalah peristiwa Fathu Makkah, walau ada sebagian ulama yang menafsirkannya sebagai perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan negeri Rum. Peristiwa itu terjadi pada hari, tanggal 20 atau 21 Ramadhan, tahun kedelapan hijriyah.
  6. Islam menyebar di Yaman pada bulan Ramadhan. Tahun kesepuluh hijriyah pada bulan Ramadhan Rasulullah SAW menunjuk Ali bin Abi Thalib menjadi pemimpin sejumlah pasukan untuk pergi ke penduduk Yaman dengan membawa surat yang berisi ajakan untuk memeluk Islam.
  7. Sebagian peristiwa pada Perang Tabuk terjadi pada bulan Ramadhan. Ibnu Hisyam dalam Sirahnya menyebutkan bahwa persiapan Perang Tabuk dilakukan sejak bulan Rajab, tahun ke 9 hijriyah untuk mengadapi Rum. Saat itu adalah masa-masa sulit bagi kaum muslimin di Madinah, karena mereka sedang dilanda masa paceklik, serta cuaca panas yang sangat menyengat, sehingga ada beberapa orang yang merasa berat hati untuk ikut serta dalam peperangan, seperti Ka’ab bin Malik. Walaupun banyak hambatan, pada akhirnya kaum Muslimin pun berangkat ke Tabuk dengan jumlah yang cukup besar, yaitu sekitar 30.000 tentara. Namun setelah pasukan kaum Muslimin sampai di Syam yang saat itu berada dalam kekuasaan Rum, pasukan musuh berlindung di dalam benteng-benteng mereka dan enggan keluar. Sehingga Syam bisa dikuasai dengan mudah oleh pasukan Islam dan kewajiban membayar jizyah diberlakukan kepada penduduk Syam yang saat itu beragama Nasrani.
  8. Penghancuran berhala Uzza di bulan Ramadhan. Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah bahwa pada 5 hari terakhir di bulan Ramadhan tahun kelima hijriyah Rasulullah mengutus sejumlah pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid guna menghancurkan rumah peribadatan yang digunakan untuk menyembah Uzza. Dan Rasulullah bersabda: “Uzza itu tidak akan diibadahi selamanya!”
  9. Penghancuran berhala Latta di bulan Ramadhan. Ibnu Katsir menyebutkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah, bahwa pada tahun kesembilan hijriyah di bulan Ramadhan datanglah utusan kabilah Tsaqif dari Thaif kepada Rasulullah untuk menyatakan keislaman. Karena kabilah Tsaqif sudah memeluk Islam maka Rasulullah dan para sahabat berinisiatif untuk menghancurkan berhala Latta yang biasa mereka sembah, akan tetapi mereka minta izin untuk menghancurkan berhala mereka sendiri, akhirnya Rasulullah pun mengizinkan. Tak lama kemudian, kabilah Tsaqif menghancurkan berhala mereka sendiri.
  10. Penghancuran berhala Manat pada bulan Ramadhan.
  11. Andalus ditaklukkan pada bulan Ramadhan. Pada 27 Ramadhan tahun 92 H, pasukan Islam yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad berhasil memasuki Andalus dari arah pesisir, ini adalah hal yang diluar dugaan, sehingga Roderick, penguasa Visigoth Spanyol segera mempersiapkan pasukannya yang berjumlah 25.000. Setelah menguasai Jabal Thariq dan membakar kapal-kapal yang telah digunakannya, Thariq bin Ziyad berkhutbah di depan pasukannya:”Lautan dibelakang kalian! Musuh di depan kalian!…”. Lalu pecahlah pertempuran antara 12.000 pasukan Muslimin melawan 100.000 tentara Roderick. Yang berakhir dengan tercerai-berainya pasukan Visigoth dan tewasnya Roderick.
  12. Pasukan Islam di Andalus mengalahkan Faranjah di bulan Ramadhan. Di pagi hari Jum’at 20 Ramadhan 479 H terjadi peristiwa Zalaqah (yaitu dataran dekat wilayah Portugis). Di mana pasukan Islam yang melakukan penjagaan di wilayah Andalus yang dipimpinan Yusuf bin Tasyifin berhasil mengalahkan pasukan Faranjah (Franks) yang berjumlah 80.000 tentara yang dipimpin oleh Alfons VI yang juga tewas dalam pertempuran itu.
  13. Pasukan Monggol dihancurkan di Palestina pada bulan Ramadhan. Hari Jumat 15 Ramadhan 658 H pasukan Muslim yang dipimpin Saifuddin Qutuz, penguasa dinasti Mamalik di Mesir, berhasil menghancurkan 20.000 tentara Mongol yang dipimpin oleh Qitbuqa. Para sejarawan menganggap bahwa peristiwa ini amat penting dalam sejarah penaklukan bangsa Mongol di Asia Tengah, dimana pasukan Mongol mengalami kekalahan telak atas kaum Muslimin dan tidak mampu membalas kekalahan itu, sebagaimana yang biasa mereka alami, hingga panglima perangnya Qitbuqa berhasil dieksekusi. Peperangan ini terjadi di ‘Ain Jalut, yaitu sebuah desa yang terletak antara Bisan dan Nablus. Sehingga peperangan ini dikenal dengan peristiwa ‘Ain Jalut.
  14. Penghancuran dan penguasaan kota Asqalan yang merupakan pintu masuk menuju kota Al-Quds. Penghancuran dan penguasaan kota ini dilakukan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai strategi menahan laju kekuatan kaum salib (Nasrani) yang akan merebut kota Al-Quds. Pada hari penaklukannya Shalahuddin Al-Ayyubi berkata, ” Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di Asqalan lebih aku sukai walaupun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan Asqalan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin.” Sekarang kota Asqalan dikenal dengan nama kota Asduud di Negara Palestina.
  15. Pada bulan Ramadhan Sultan Murad II dari kekhalifahan Utsmaniyah mengadakan pengepungan kota Qostantiniyah dalam rangka menaklukan dan memasukannya dalam naungan Islam. Setelah sekian waktu peperangan berkecamuk dengan sangat dasyatnya dan beliau tidak mampu menaklukannya akhirnya beliau kembali kepusat pemerintahannya tanpa membawa hasil yang dicita-citakan.
  16. Atas perintah Khalifah Fatimi panglima Jauhar Ash-Shiqili meletakan pondasi pertama pendirian Masjid Al-Azhar. Pada tahun 378 H fungsi masjid ditambah menjadi sebuah universitas dengan dilakukan pembentukan staf pengajar yang pembahasan utamanya adalah permasalahan hukum-hukum keislaman. Sepanjang masa Al-Azhar selalu menyambut gembira kedatangan para pelajar yang berkeinginan belajar di sana. Segala fasilitas disediakan seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup, bahkan halaqah (kelompok belajar) ilmu-ilmu keislaman yang beragam sehingga para penuntut ilmu dapat memilih halaqah yang dikehendakinya.
  17. Pengepungan 60 ribu pasukan Rusia digagalkan oleh 15 ribu pasukan Utsmani. 23 Ramadhan 1270 H Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota Selestriya yang terletak di wilayah Qorum, pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan tentara berhadapan 15 ribu tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit mampu mengalahkan kekuatan yang besar.
  18. Anthokiah jatuh ke tanggan kaum muslimin di bulan Ramadhan. Pemerintahan Anthokiah didirikan oleh Pangeran Wormandi Buwaihimund pada tahun 491 H. Kota ini merupakan kota termegah dengan dikelilingi benteng yang sangat kuat dan dijaga oleh ribuan pasukan secara bergiliran siang dan malam. Walaupun kondisinya demikian kaum muslimin berhasil menaklukan daerah ini dengan izin Allah SWT dibawah panglima perang Dhohir Bibris. Terhitung empat puluh ribuan mati dan tertawan dari pihak musuh. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar setelah kemenangan Hitthin. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Ramadhan 666 H.
  19. Mesir menghancurkan kekuatan Israel di Suez pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 10 Ramadhan yang bertepatan dengan 6 Oktober 1973 tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Semboyan pasukan pada peperangan tersebut adalah Allahu Akbar ( Allah Maha Besar). Rakyat Mesir mengenang peperangan ini dengan peristiwa Abour. Setelah peristiwa ini Israel mulai menyadari kekuatan Mesir dan dataran Sinai kembali ke pangkuan Mesir.
  20. Pada bulan ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya di kawasan Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.
  21. Kitab Ihya’ Ulumuddin diselesaikan oleh Imam Al-Ghazali pada bulan Ramadhan.
  22. Proklamasi kemardekaan Indonesia dikumandangkan pada bulan Ramadhan. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dari penjajahan yang telah mendera bangsa yang mayoritas muslim ini, peristiwa itu terjadi pada Jumat terakhir di bulan Ramadhan.
Mudah-mudahan bulan yang bersejarah dengan berbagai macam peristiwa yang mengubah peradaban manusia ini akan menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang muttaqin. Amin. Wallahu a’lam. (Baihaqi Nu’man)

sumber: abihafiz.wordpress.com Tinggalkan komentar anda tentang Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan

Sabtu, 21 Agustus 2010

Menjalani Ramadhan Di Masa Penuh Fitnah


Informasi terbaru Menjalani Ramadhan Di Masa Penuh Fitnah Oleh: Ust. Ihsan Tanjung

Belum pernah dalam sejarah Islam di Akhir Zaman kita merasakan keterasingan dari ajaran Islam sebagaimana yang kita alami dewasa ini. Kepemimpinan dunia dewasa ini diarahkan dari Barat yang notabene merupakan Judeo-Christian Civilization (Peradaban Yahudi-Nasrani). Segenap negeri kaum muslimin mengekor ke Barat. Keadaan ini telah di-Nubuwwah-kan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sejak dulu:

?????????????? ?????? ????????? ???? ??????????
??????? ???????? ?????????? ????????? ?????? ???? ???????? ??? ?????? ?????
??????????????????? ??????? ??? ??????? ??????? ?????????? ????????????? ????? ??????

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh, kalian benar-benar akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga sekiranya mereka masuk ke dalam lubang biawak pun kalian pasti akan mengikuti mereka.” Kami bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (MUSLIM â€" 4822) Dalam hal budaya misalnya, berbagai pesta hari ulang tahun dirayakan dengan menghamburkan uang dan memuaskan nafsu syahwat. Seolah kita lupa akan pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

?????????? ?????? ??????? ???????????

Dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Perbanyaklah mengingat saat diputusnya hubungan dengan kelezatan (yakni kematian).” (AHMAD â€" 7584)

Kaum muslimin yang merayakan pesta seperti itu seolah meng-copy-paste perilaku kaum Yahudi Bani Israil yang digambarkan di dalam Kitabullah:

????????????????? ???????? ???????? ????? ??????? ?????? ????????? ?????????? ??????? ?????????? ???? ????????? ?????? ?????? ????? ???? ?????????????? ???? ?????????? ???? ????????? ????????? ??????? ????? ???????????

”Masing-masing mereka (Bani Israil) ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-Baqarah 96)

Contoh lain taqlid budaya ialah apa yang disebutkan Nabishallallahu ‘alaihi wasallam di dalam hadits berikut ini:

???? ?????? ???????? ???? ????????? … ????????? ?????????? ?????????? ?????????? ?????????? ???????????? ???????????? ????????? ???????????? ??? ?????????? ?????????? ????? ???????? ???????? ??????? ???????? ????????? ???? ????????? ????? ???????

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada dua golongan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat: … (2) dan wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan bertelanjang, berjalan dengan berlenggak-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari begini dan begini.”(MUSLIM â€" 3971)

Saudaraku, marilah kita gigih mengajak anak gadis dan isteri kita untuk menutup aurat dengan jilbab sebagaimana Allah perintahkan. Janganlah kita biarkan mereka menebar aurat di muka lawan jenis bukan muhrimnya. Sebab wanita yang menebar aurat tidak saja melanggar aturan Allah, tetapi mengajak orang lain turut bermaksiat.

Dalam hal keuangan, misalnya kita setiap hari disuguhi via sms di handphone tawaran untuk menerima pinjaman dengan skema kredit alias bunga alias riba. Tidak sedikit kaum muslimin yang tenang-tenang saja hidup dari memakan uang riba. Mereka seolah lupa bahwa dosa riba bukanlah termasuk dosa kecil, melainkan dosa besar. Sedemikian besarnya dosa ini sehingga Allah-pun mengancam dengan ancaman yang sangat hebat.

??? ???????? ????????? ??????? ???????? ??????? ???????? ??? ?????? ???? ???????? ???? ???????? ??????????? ?????? ???? ?????????? ?????????? ???????? ???? ???? ??????? ???????????

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.” (QS Al-Baqarah 278-279)

Sungguh benarlah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika memprediksikan salah satu tanda Akhir Zaman yaitu:

????????????? ????? ???????? ??????? ??? ??????? ???????? ??????
?????? ????? ???????? ?????? ???? ???????? ????????? ???? ?????????

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Benar-benar akan datang kepada manusia suatu zaman, tidak seorang pun dari mereka kecuali akan memakan riba. Dan barangsiapa tidak memakannya, maka ia akan terkena debunya.” (IBNUMAJAH â€" 2269)

Bahkan kita dapat saksikan bahwa dewasa ini telah terjadi dekadensi di segenap aspek kehidupan sehingga Rasulullah menggambarkan situasi kita ini dengan gambaran yang sungguh sangat mewakili:

????????????? ????? ???????????? ???????? ???????? ??????????
??????????? ???????? ????????? ????????
????????? ???????? ?????????????? ??????? ????????? ???????????? ??????????


“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul. Setiap satu simpul terlepas maka manusia akan bergantung pada simpul berikutnya. Yang paling awal terurai adalah hukum dan yang paling akhir adalah shalat,” (HR Ahmad 21139).

Jujur kita mesti mengakui bahwa dewasa ini seluruh ikatan Islam telah terurai sejak dari aspek hukum hingga aspek sholat. Dalam aspek hukum seolah ummat Islam sudah take it for granted menerima begitu saja diberlakukannya hukum buatan manusia sambil meninggalkan hukum Allah yakni hukum berlandaskan Kitabullah Al-Qur’an Al-Karim. Padahal perintah untuk hanya berhukum berlandasakn Kitabullah begitu jelas dan nyata Allah sebutkan di dalam Kitab-Nya:

?????? ??????? ?????????? ????? ???????? ??????? ???? ????????? ????????????? ????????????? ???? ??????????? ???? ?????? ??? ???????? ??????? ???????? ?????? ?????????? ????????? ???????? ??????? ??????? ???? ??????????? ???????? ??????????? ??????? ???????? ???? ???????? ????????????

“..dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Maidah 49)

Secara jelas Allah memerintahkan kita untuk memutuskan perkara (menetapkan hukum) menurut apa yang Allah turunkan (Al-Qur’an) dan jangan hendaknya kita mengikuti hawa nafsu manusia yang berusaha memalingkan kita dari hukum Allah tersebut. Bahkan Allah segera me-warning (memberi ancaman) bagi siapapun yang berpaling dari hukum Allah yaitu bahwa Allah akan menimpakan musibah disebabkan dosa keberpalingan tersebut. Ummat Islam dewasa ini dipaksa untuk hidup dalam kontradiksi. Di satu sisi banyak hal menurut hukum manusia dipandang legal padahal haram menurut Allah. Sebaliknya banyak pula perkara yang disebut ilegal namun menurut Allah justru halal. Inilah konsekuensi memberlakukan hukum manusia dan sengaja meninggalkan hukum Allah.

Jika demikian, masihkah perlu kita merasa heran mengapa begitu banyak musibah melanda masyarakat? Jika yang berpaling dari hukum Allah adalah kalangan awam ummat Islam, maka ini jelas merupakan suatu masalah. Namun dewasa ini keberpalingan tersebut telah melanda sebagian tokoh Ummat yang dikenal sebagai aktivis da’wah Islam bahkan sebagian Ulama…!! Alih-alih para tokoh tersebut mengingatkan masyarakat luas agar kembali kepada aturan dan hukum Allah, malah mereka turut menganjurkan ummat untuk terus tunduk dan patuh kepada hukum karya manusia. Malah ada sebagian tokoh itu yang dengan bangga mengambil posisi sebagai pemimpin masyarakat dimana hukum Allah masih diabaikan. Padahal Allah mengancam dengan vonis berat siapa saja yang memiliki otoritas namun tidak berhukum berdasarkan wahyu yang Allah telah datangkan:

?????? ???? ???????? ????? ???????? ??????? ??????????? ???? ?????????????

”Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS Al-Maidah 44)

Padahal Allah menegaskan bahwa hanya hukum yang bersumber dari Al-Qur’an-lah yang menjamin tegaknya kebenaran dan keadilan, bukan selainnya.

????????? ???????? ??????? ??????? ???????? ?? ????????? ????????????? ?????? ?????????? ??????????

”Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-An’aam 115)

Malah Allah juga dengan tegas menggambarkan karakter umum manusia yang amat zalim lagi amat bodoh. Sehingga alangkah naifnya bila manusia yang berkarakter dasar seperti itu kemudian berani merumuskan daftarlegal dan illegal (baca: halal dan haram) untuk diberlakukan ke tengah masyarakat luas. Bagaimana mungkin manusia dapat memastikan apa perkara yang boleh dan tidak boleh diberlakukan di tengah masyarakat yang heterogen sebagai hasil karyanya kemudian menjamin bahwa hal itu akan mendatangkan keadilan dan merupakan kebenaran?

??????? ????? ???????? ???????

”Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.”(QS Al-Ahzab 72)

Ketika Allah Yang Maha Tahu menyatakan bahwa manusia itu amat zalim lagi amat bodoh, bagaimana mungkin kemudian kita bisa menerima bahkan meyakini bahwa produk hukum bikinannya akan mengandung keadilan dan kebenaran…? Itulah rahasianya mengapa Allah hanya menawarkan dua pilihan dalam kaitan dengan urusan hukum ini:

?????????? ??????????????? ????????? ?????? ???????? ???? ??????? ??????? ???????? ??????????

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah 50)
Dalam aspek penegakkan sholat tidak sedikit ummat Islam dewasa ini yang dengan ringannya meninggalkan kewajiban sholat. Padahal begitu berat dan menentukannya kedudukan sholat di dalam Islam.

????? ??????? ??? ????????? ???? ????????? ??????????? ?????? ????????
?????? ???????? ?????????? ?????? ???????? ?????? ????? ????????

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Yang pertama kali dihisab (dihitung) dari perbuatan seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat; jika shalatnya baik maka dia beruntung dan selamat, dan jika shalatnya rusak maka dia merugi.” (NASAI â€" 461)

Di lain sisi kalaupun sudah sholat masih sangat sedikit ummat Islam yang menegakkannya di masjid sambil berjamaah. Padahal sahabat Abdullah bin Mas’ud menggambarkan betapa buruknya penilaian para sahabat terhadap muslim yang tidak menghadiri sholat berjamaah di masjid.

?????? ????????? ??????????? ??? ??????????? ????? ???????? ????? ?????????????? ??? ????????
???????????? ??????? ??????????? ?????? ?????????? ??????? ??????????? ???????????? …
???????? ??????????? ????? ??????????? ??????? ?????? ????????? ????????? ??????????

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Dan kalau kalian shalat di rumah kalian sebagaimana seseorang yang tidak hadir di masjid, atau rumahnya, berarti telah kalian tinggalkan sunnah nabi kalian, sekiranya kalian tinggalkan sunnah nabi kalian, sungguh kalian akan sesat… Menurut pendapat kami, tidaklah seseorang ketinggalan dari shalat, melainkan dia seorang munafik yang jelas kemunafikannya (munafik tulen).” (MUSLIM â€" 1046)

Saudaraku, kondisi dunia dewasa ini membuktikan kebenaran hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa“Sungguh akan terurai ikatan Islam simpul demi simpul.”Bahkan saat ini praktis seluruh simpul telah terurai, sejak dari simpul hukum hingga simpul sholat. Inilah zaman sarat fitnah.

Saudaraku, menghadapi masa fitnah seperti dewasa ini tidaklah cukup kita hanya shaum Ramadhan secaratekstual yakni menjaga jarak dari makan, minum & hubungan badan dengan pasangan hidup. Inilah pengertian berpuasa sepanjang masa yang kita sudah sama ketahui. Namun secara kontekstual kitapun dituntut untuk shaum Ramadhan di Masa Fitnah dengan menjaga jarak dari berbagai fitnah zaman. Kita ditunutut untuk bara’ alias melepaskan diri dari ikatan nila-nilai Sistem Dajjal. Diperlukan kekuatan jiwa yang wala’ alias loyal sepenuhnya kepada Allah agar shaum Ramadhan di Babak Keempat Akhir Zaman tidak terseok-seok karena tarikan fitnah Sistem Dajjal yang begitu hegemonik.

Diperlukan tekad kuat untuk berlepas diri dari nilai-nilai kufur yang merebak dewasa ini. Jadilah mukmin yang sedemikian rindu dengan surga akhirat sehingga tidak bakal berhasil dirayu oleh surga dunia. Jadilah mukmin yang sangat takut akan neraka akhirat sehingga berbagai bentuk neraka dunia tidak bakal sanggup mengancam diri. Di antara kiat untuk menghadirkan jiwa seperti itu ialah memastikan setiap malam membaca dengan penuh perenungan dan keyakinan doa yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sholat Tahajjud:

?????????? ???? ????????? ?????? ??????? ???????????? ??????????? ?????? ????????
?????? ????????? ???? ?????? ???????????? ??????????? ?????? ???????? ?????? ?????????
?????? ????? ???????????? ??????????? ?????? ???????? ?????? ????????? ??????
?????? ???????????? ??????????? ?????? ????????? ?????? ???????? ?????????? ????????
??????????? ????? ?????????? ????? ???????????? ????? ?????????? ?????

Bila Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bangun di waktu malam untuk sholat tahajjud beliau mengajukan doa berikut: “Ya Allah bagiMulah segala pujian. Engkaulah Yang Maha Memelihara langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMulah segala pujian, milikMu kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkau Cahaya langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya. Dan bagiMu segala pujian, Engkaulah Raja di langit dan di bumi. Dan bagiMulah segala puian, Engkaulah Al Haq (Yang Maha Benar), dan janjiMu haq (benar adanya), dan perjumpaan denganMu adalah benar, firmanMu benar, surga adalah benar, neraka adalah benar.” (BUKHARY 1053)

sumber: asephendriana.wordpress.com Tinggalkan komentar anda tentang Menjalani Ramadhan Di Masa Penuh Fitnah